Kewirausahaan di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) digalakkan dengan membuka Kantin Keberuntungan Kantin Keberuntungan kampus UNUGHA Cilacap.
Dengan slogan “Kalian Jujur Kami Beruntung” Kantin Keberuntungan ditempatkan di teras ruang senat dan ruang laboratorium Bahasa.
Tata cara pembeli yakni, pilih makanan dan minuman yang diinginkan, hitung dan bayar dengan kejujuran, pembayaran diletakan disebuah kotak, jika ada kembalian ambil sesuai dengan jumlah, bila ingin menambah ganjaran sedekahkan saja uangnya
Pembelinya salah satu Mahasiswa Unugha Fakultas Keagamaan Islam (FKI) Bidang studi Pendidikan Agama Islam semester 6 Fisza Umami mengatakan Kantin Keberuntungan dengan sistem kejujuran, jadi pembeli mengambil barang, membayar dan bila ada kembalian semuanya dilakukan sendiri.
“Menguji kejujuran dengan adanya Kantin Keberuntungan di Kampus UNUGHA Cilacap,” ujarnya.
Dosen Mata Kuliah Kewirausahaan Aldi mengatakan bahwa kegiatan Kantin Keberuntungan dengan berdagang Kejujuran bagian dari Rencana Pengembangan Studi (RPS).
“Praktek mata kuliah kewirausahaan, setelah mendapatkan teorinya,” jelasnya.
Dekan FKI UNUGHA Cilacap Misbah Khusurur mengungkapkan Mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha, dengan dilatih membuka Kantin Keberuntungan praktek lapangan mata kuliah Kewirausahaan.
“Wirausaha itu dagang, karena melatih orang untuk jujur. Pedagang jujur saat berdagang, maka karakternya baik,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Shoiman Nawawi menjelaskan Kewirausahaan Mahasiswa sesuai dengan mata kuliah pilihan Kewirausahaan tetapi di praktekkan, jangan hanya pandai materi di kelas saja. Kegiatan Kantin Keberuntungan bagi semester IV dan VI. Makanan tersedia berupa makanan dan minuman dari produk UMKM dan pabrikan .
“Mahasiswa praktek Kantin Keberuntungan secara mandiri,” tegasnya.
Kompetensi manusia ada tiga yakni. Etitute dengan akhlak yang sopan, jujur, amanah, disiplin. Dan knologe itu ilmu pengetahuan sesuai dengan program studinya serta skill atau keterampilan dalam berwirausaha.
“Akhlak serta bekal keilmuan agar dapat hidup mandiri dengan skillnya,” pungkasnya. (Wasis)
